simple hit counter
ATVSI: TV Nasional & Daerah Tak Bisa 'Kawin'

Berita Terbaru

Bagi rekan-rekan, yang ingin menjadi anggota ATVKI, untuk sementara waktu yang dapat

di-akomodir adalah melalui lembaga-nya TV Komunitas masing-masing, jadi untuk per-orangan

akan kita akomodir dalam waktu dekat.

Khususnya yang hadir pada saat kongres di Grabag-Magelang-Jateng, agar segera mengisi

form registrasi yang disediakan, dan segera mengirimkannya ke :

Direktur Executive ATVKI

Jl. Suryodiningratan No. 3 Yogyakarta

Telp / Fax ; 0274 371 832

or email : content@jmn.net.id (data di scan dan di attach)

Syarat Menjadi Anggota ATVKI

  1. Membaca & memahami Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga ATVKI
  2. Mengisi dan mengirimkan form registrasi
  3. Melapirkan company profile / proposal kelembagaan
  4. Mengikuti, patuh, dan mentaati peraturan dan tata tertib ke-organisasian ATVKI

Proses verifikasi akan dilakukan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan, sejak form registrasi

diterima oleh Direktur Executive ATVKI.

Link untuk download form pendaftaran :

ATVSI: TV Nasional & Daerah Tak Bisa 'Kawin' PDF Print E-mail
Written by Yuyun Trimulyana   
Monday, 02 November 2009 01:39
Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) berharap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) terpilih, Tifatul Sembiring, dapat mengkaji kembali ketentuan yang mewajibkan penyiaran televisi menggunakan sistem jaringan.

"Sampai kiamat tidak mungkin 'kawin' dengan mitra di daerah," kata Ketua ATVSI Karni Ilyas dalam Silaturahmi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Telematika dengan Mantan dan Menteri Komunikasi dan Informatika, di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2009 kemarin.

Menurut Karni, kewajiban industri pertelevisian menjalin kerjasama dengan televisi daerah berbenturan dengan kondisi di lapangan. Saat ini saluran televisi yang mengudara umumnya sudah berskala nasional.

"Ini pekerjaan rumah yang tersisa dari mantan Menkominfo pak Muhammad Nuh, Pak Tifatul diharapkan bisa menyelaraskan secara jelas dengan tetap memperhatikan kepentingan publik," ujar Direktur Pemberitaan TvOne ini.

M Nuh dalam sambutannya menjawab, meskipun televisi terpaksa harus menjalin jaringan dengan daera, pasti akan ada kenikmatan yang bisa diperoleh dari televisi jaringan. "Dalam setiap keterpaksaan pasti akan ditemukan kenyamanan," kata M Nuh.

Nuh mengatakan, falsafah dalam industri telematika yang harus dikedepankan adalah kecerdasan. "Kalau TV jaringan belum bisa diselesaikan artinya belum cerdas," ujar pria yang kini menjabat Menteri Pendidikan Nasional.

Sementara itu, Tifatul mengatakan dirinya masih harus mempelajari terlebih dahulu ketentuan televisi jaringan itu. "Saya perlu baca dulu, update dulu, karena peraturan ini baru," ujar Tifatul.

Namun, Tifatul menilai inti dari peraturan itu adalah memberi kesempatan kepada banyak pihak untuk menggunakan bandwidth (lebar pita) yang sangat terbatas. Dengan sistem jaringan itu diharapkan akan ada perubahan dari sistem analog menjadi digital. "Tahun 2018, seluruhnya harus digital," kata Presiden PKS ini.
 
sumber : http://kpi.go.id/
Last Updated on Monday, 02 November 2009 01:41
 
valid xhtml valid css