| Konten Upin dan Ipin Bisa Jadi Acuan |
|
|
|
| Written by Yuyun Trimulyana |
| Tuesday, 26 January 2010 10:00 |
|
Film animasi 3D “Ipin dan Upin” buatan Malaysia yang ditayangkan TPI sedang menjadi fenomena di tanah air. Boleh dikatakan, film yang mengusung kehidupan anak-anak asal negeri jiran ini sangat digemari dan selalu ditunggu-tunggu pemirsa khususnya anak-anak di depan layar kaca. Selain mampu menghibur dengan leluconnya, film ini sarat edukasi dengan nuansa yang Islami sehingga sangat baik di tonton terutama anak-anak kita di rumah. Sejumlah pihak termasuk anggota KPI Pusat memberikan apresiasi terhadap film animasi ini. Bahkan, Wakil Ketua KPI Pusat bidang Isi Siaran, Fetty Fajriati Miftach angkat bicara. Menurutnya, film Ipin dan Upin mengandung begitu banyak cerita yang mendidik dan mencerdaskan bagi penontonnya. Meskipun disajikan dalam bahasa Melayu Malaysia, pesan yang disampaikan justru jadi sangat menarik, lucu dan tetap sampai ke penontonnya. “Isi cerita film ini sangat baik bagi penonton terutama anak-anak kita. Mestinya, kita juga bisa membuat film-film baik, mendidik dan menarik seperti Ipin dan Upin. Saya pikir, kita tentunya bisa membuat itu, apalagi kita punya kekayaan budaya yang melimpah dan itu bisa menjadi ide dalam menginovasi pembuatan film yang serupa,” jelas Fetty ketika acara Coffe Morning KPI Pusat dengan TPI, pekan lalu. Komentar senada juga diungkapkan oleh anggota KPI Pusat lainnya, Muhammad Izzul Muslimin. Menurut Izzul, film yang bercerita tentang kehidupan anak-anak yang dibalut dengan nuansa lokal melayu justru memberikan nuansa berbeda dengan tampilan-tampilan film atau program yang biasa di tonton anak-anak kita. “Anak-anak jadi bisa tahu dan belajar bahasa melayu Malaysia dan lucunya bahasa yang diperagakan di film tersebut justru disukai mereka. Anak-anak saya sangat menyukai film tersebut dan mereka suka cara berbicara Upin dan Ipin,” jelas Izzul. Menurut Izzul, Indonesia bisa membuat program film serupa dengan film Ipin dan Upin tersebut. “Saya rasa, dengan sumber daya manusaia serta juga kekayaan bahasa dan budaya, kita mestinya bisa membuat film-film animasi yang khusus anak-anak seperti Upin dan Ipin,” ungkapnya. (ev) sumber : kpi.go.id |







