simple hit counter
Konten Upin dan Ipin Bisa Jadi Acuan

Berita Terbaru

Bagi rekan-rekan, yang ingin menjadi anggota ATVKI, untuk sementara waktu yang dapat

di-akomodir adalah melalui lembaga-nya TV Komunitas masing-masing, jadi untuk per-orangan

akan kita akomodir dalam waktu dekat.

Khususnya yang hadir pada saat kongres di Grabag-Magelang-Jateng, agar segera mengisi

form registrasi yang disediakan, dan segera mengirimkannya ke :

Direktur Executive ATVKI

Jl. Suryodiningratan No. 3 Yogyakarta

Telp / Fax ; 0274 371 832

or email : content@jmn.net.id (data di scan dan di attach)

Syarat Menjadi Anggota ATVKI

  1. Membaca & memahami Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga ATVKI
  2. Mengisi dan mengirimkan form registrasi
  3. Melapirkan company profile / proposal kelembagaan
  4. Mengikuti, patuh, dan mentaati peraturan dan tata tertib ke-organisasian ATVKI

Proses verifikasi akan dilakukan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan, sejak form registrasi

diterima oleh Direktur Executive ATVKI.

Link untuk download form pendaftaran :

Konten Upin dan Ipin Bisa Jadi Acuan PDF Print E-mail
Written by Yuyun Trimulyana   
Tuesday, 26 January 2010 10:00

Film animasi 3D “Ipin dan Upin” buatan Malaysia yang ditayangkan TPI sedang menjadi fenomena di tanah air. Boleh dikatakan, film yang mengusung kehidupan anak-anak asal negeri jiran ini sangat digemari dan selalu ditunggu-tunggu pemirsa khususnya anak-anak di depan layar kaca. Selain mampu menghibur dengan leluconnya, film ini sarat edukasi dengan nuansa yang Islami sehingga sangat baik di tonton terutama anak-anak kita di rumah.

Sejumlah pihak termasuk anggota KPI Pusat memberikan apresiasi terhadap film animasi ini. Bahkan, Wakil Ketua KPI Pusat bidang Isi Siaran, Fetty Fajriati Miftach angkat bicara. Menurutnya, film Ipin dan Upin mengandung begitu banyak cerita yang mendidik dan mencerdaskan bagi penontonnya. Meskipun disajikan dalam bahasa Melayu Malaysia, pesan yang disampaikan justru jadi sangat menarik, lucu dan tetap sampai ke penontonnya.

“Isi cerita film ini sangat baik bagi penonton terutama anak-anak kita. Mestinya, kita juga bisa membuat film-film baik, mendidik dan menarik seperti Ipin dan Upin. Saya pikir, kita tentunya bisa membuat itu, apalagi kita punya kekayaan budaya yang melimpah dan itu bisa menjadi ide dalam menginovasi pembuatan film yang serupa,” jelas Fetty ketika acara Coffe Morning KPI Pusat dengan TPI, pekan lalu.

Komentar senada juga diungkapkan oleh anggota KPI Pusat lainnya, Muhammad Izzul Muslimin. Menurut Izzul, film yang bercerita tentang kehidupan anak-anak yang dibalut dengan nuansa lokal melayu justru memberikan nuansa berbeda dengan tampilan-tampilan film atau program yang biasa di tonton anak-anak kita.

“Anak-anak jadi bisa tahu dan belajar bahasa melayu Malaysia dan lucunya bahasa yang diperagakan di film tersebut justru disukai mereka. Anak-anak saya sangat menyukai film tersebut dan mereka suka cara berbicara Upin dan Ipin,” jelas Izzul.

Menurut Izzul, Indonesia bisa membuat program film serupa dengan film Ipin dan Upin tersebut. “Saya rasa, dengan sumber daya manusaia serta juga kekayaan bahasa dan budaya, kita mestinya bisa membuat film-film animasi yang khusus anak-anak seperti Upin dan Ipin,” ungkapnya.

(ev)

sumber : kpi.go.id

 
valid xhtml valid css