simple hit counter
TVRI dan RRI Harus Kuat, Independen dan Netral

Berita Terbaru

Spirit Grabag, sebelum dan menjelang deklarasi ATVKI (Assosiasi Tv Komunitas Indonesia)
yang dihadiri oleh mahasiswa, LSM, Aliansi SMK Penyiaran Indonesia, Pers,
dan Masyarakat umum lainnya. Terselenggara di desa Grabag-magelang Jawa Tengah, pada tanggal 20 Mei 2008.

Berikut nama-nama yang tercatat sebagai peserta dan deklarator :

No Nama Asal Nama TV
1 Hervy Aria Putra Kota Batu - Jatim CNO TV
2 Khoirul Anam, S.Si., S.Pd. Batu - Jatim CNO TV
3 Arif Firmansyah ST., S.Sn Bondowoso - Jatim Gerbang Maut TV
4 Dick Faizal Akbar, S.Sn Subang - Jabar  -
5 Ary Agung Wibowo, S.Sn Kota Baru TV 4 (CNO TV)
6 Hartono, S.Pd, S.Sn Bekasi - Jabar Lisa TV
7 Zulhelma, S.Sn Kec. Cilincing Jakut (14130) Lisa TV
8 Nurhayati Kahar Balai Nareh Pariaman Utara - Sumbar -
9 Fadlilah Efendi, S.Kom Rakit - Banjarnegara -
10 Asep Saefullah Cirebon - Jabar -
11 Purwo Hardjono Kebumen - Jateng -
12 Drs. Muhsan Sami, M.Pd. Klaten - Jateng -
13 Anik Gayatri, S.T Semarang - Jateng -
14 Dra. Pakit Hercandawati Klaten Utara - Jateng -
15 Dra. Sri Budiyati Klaten Utara - Jateng -
16 Ian Bandung - Jabar Rajawali TV
17 Yuyun Trimulyana Yogyakarta MJ TV
18 Davi Abdullah Banda Aceh -
19 T. Umar Banda Aceh -
20 Sholahuddin Al Ayubi, M.A Serang Banten IAIN-TV
21 Drs. Ali Asman Pariaman Sumbar -
22 Asim, S.Pd Situbondo TV Edukasi
23 Ikhwanudin Kedawung - Cirebon MCTV
24 Rony Diesmart, A.Md Sedangmulyo Semarang Bahurekso TV
25 Tri Djoko Susilo, S.Pd. Magelang - Jateng -
26 Sanuri Pemalang - Jatim (52365) -
27 Muji Leksono Pekalongan - Jateng (51164) -
28 Sugiono Pati - Jateng Tunas TV
29 Ta'nis Sholykhul Hady Kudus -
30 Ir. Eny Wahyuningsih, M.Pd. Jateng -
31 Anom Joyo Pranoto Kendal - Jateng -
32 B. Ninik Liestyati, S.E Semarang - Jateng -
33 A Arif Setiawan Semarang - Jateng -
34 Moch Wachidin, A.Md Kendal - Jateng Bahurekso TV
35 Langgeng Budiharso Kendal - Jateng Bahurekso TV
36 Drs. Supriyana Magelang - Jateng TV Edukasi Kota Magelang
37 Anto Yunanto Telagasari Karawang -
38 Non Iriany , S.Pd. Depok - Jabar -
39 Muhammad Fajarudin Semarang - Jateng TV BLPT
40 Christina Indrayati Hutapea, S.Pd Medan - Sumut Teen TV
41 Zhulkhikmah Asobari Purworejo - Jateng Radya TV
42 Suroto S Toto Purworejo - Jateng Radya TV
43 Drs Parwoto M.Pd Semarang - Jateng TV BLPT
44 Lucia Hariningtyas Mardyasari, S.T., M.Kom Semarang - Jateng TV Belmo
45 Septhyan Widyanto Salatiga - Jateng -
46 FX. Bambang Yisminarto, S.Pd Salatiga - Jateng -
47 Yoki Yusanto, S.Sos. Padalarang - Bandung -
48 Sunardi Kuningan -
49 Ade Duryawan Cirebon - Jabar -
50 Erlinus Thahar Cirebon - Jabar -
51 Yuliatmoko, S.Kom Cilacap - Jateng TV E Cilacap
52 Badrun Mustofa, S.Pd. Temanggung - Jateng -
53 Drs. Tedi Ahmad Santosa Cimahi - Jabar Inovasi TV
54 Miftachul Ansori Jombang - Jatim TV Warga
55 D Hasbiyalloh D Jombang - Jatim TV Warga
56 Tutik Alfiyah Magelang - Jateng -
57 Sugiyanto Pulanganom - Srumbung TV Tani
58 V. Pujiharto Magelang - Jateng TV Tani
59 Amanundjati Gamping Sleman - Yogyakarta R TV (MMTC)
60 Kusumo Gambriyanto Yogyakarta R TV (MMTC)
61 Hari Setiawan Sukabumi - Jabar Stekmensi TV
62 Ch. Kunthi Tunjungsari Sleman - Yogyakarta -
63 Edwin Jurriens Cambera, Australia -
64 Darmanto Sleman - Yogyakarta -
65 Anang Kurniawan Hanudji Banguntapan Bantul - Yogyakarta -
66 Shindu Saksono Yogyakarta -
67 Liu Yulianti Yogyakarta -
68 Marzuni Bulu -
69 Endang Mulyaningsih, SIP., M.Hum Yogyakarta -
70 Anjar Widyarosadi Yogyakarta -
71 Soraya Jakbar -
72 Yadual Nilfa Adriyanta Jaksel Kreatif TV
73 Sujadi Pati -
74 Timbul, A. Ma. Pd Pati -
75 Tuntun Ariwibowo Jombang TV E Jombang
76 Muhammad Jaiz, S.Sos., M.Pd. Banteng Untirta TV
77 Agus "Yayan" Herdyano S.Sos Jakut -
78 R. Kristiawan Jaksel -
79 Kusuma Prabawa Kalasan -
80 Dyah Aryani P Jakarta -
81 Cicilia Maharani Tunggadewi Kampung Halaman -
82 Hans Christian Oroh Jakarta -
83 Feralita Magelang - Jateng -
84 Isnaeni Wisnu S Yogyakarta -
85 Dono Prasetyo Jakarta -
86 E Lalang W Jakarta -
87 Zein Mufarrih M Gamping - Sleman - Yogyakarta -
88 Paulus Widiyanto Jakarta -
89 Muhamad Sulhan Baciro - Yogya -
90 Wisnu Martha Adiputra Kasihan Bantul - Yogyakarta -
91 Imam Prakoso / Imek Yogyakarta -
92 Novi Kurnia Kalasan - Yogyakarta -
93 Nino Rozana Jakarta Selatan -

*) Apabila terdapat kekeliruan dalam penulisan nama dan gelar, mohon konfirmasi via email

trimulyanatrimulyana@yahoo.com

 

TVRI dan RRI Harus Kuat, Independen dan Netral PDF Print E-mail
Written by Yuyun Trimulyana   
Monday, 22 February 2010 06:41

Penggabungan lembaga penyiaran publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang independen tak akan bermasalah jika diniatkan untuk upaya efisiensi. Namun, jika penggabungan tersebut dimaksudkan untuk menjadikan keduanya sebagai alat corong pemerintah guna mengimbangi informasi media lain, itu sangat berbahaya.

Dalam dialog publik bertema “Memperkuat TVRI dan RRI Sebagai LPP yang Independen” yang diadakan KPI Pusat dengan Aspaskom (Asosiasi Pasca Sarjana Komunikasi) di Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jumat (19/2). Sejumlah narasumber dan juga peserta, tidak banyak mempermasalahkan rencana penggabungan kedua LPP ini. Selain untuk menyelamatkan keberadaan keduanya, transformasi ini dianggap akan mampu menguatkan posisi mereka dikancah persaingan dunia penyiaran di tanah air.

Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja, ketika mengemukakan makalahnya, cenderung lebih berkonsentrasi pada persoalan penguatan dan penyelamatan keduanya, khususnya LPP TVRI. Untuk itu, lanjutnya, ada 3 (tiga) paket program penyiaran yang mesti dijalankan untuk memperbaiki dan mengembangkan kembali lembaga penyiaran tersebut yakni rekapitalisasi, restrukturisasi, dan reorientasi.

“Saya tidak mempermasalahkan penggabungan ke dua LPP tersebut jika untuk usaha efiseinsi asalkan tetap menjadi lembaga independen dan tidak berplat merah,” kata Sasa di depan peserta yang kebanyakan dihadiri praktisi penyiaran dan mahasiswa.

Usulan yang disampaikan Sasa, ternyata didukung Mantan Dirut TVRI yang sekarang memegang kepemimpinan di Trans Corp, Ishadi SK. Menurutnya, tiga program tersebut dinilai bisa membangkitkan kembali kejayaan kedua lembaga penyiaran tersebut. “Saya sangat setuju dan mendukung dengan apa yang diusulkan pak Sasa untuk penguatan kedua lembaga penyiaran publik tersebut,” katanya.

Menurut Ishadi, TVRI memiliki potensi luar biasa besarnya untuk bisa menjadi besar dan berkembang. Salah satu yang menjadi potensi tersebut adalah jumlah pemancar yang mereka muliki banyak dan terdapat hampir disemua wilayah Indonesia. “Hampir kurang lebih 400 pemancar dimiliki lembaga penyiaran publik dan ini tidak dimiliki oleh lembaga penyiaran manapun. Kekuatan pemancar merupakan sumber daya yang luar biasa bagi lembaga penyiaran,” jelasnya.

Mengenai anggapan TVRI tidak menciptakan program-program yang cerdas dan dibutuhkan pupblik, menurutnya itu tidak tepat. TVRI, kata Ishadi, sudah cukup banyak membuat program-program yang cerdas dan diperlukan orang banyak. Sayangnya, program-program tersebut tidak banyak ditonton masyarakat yang cenderung menyaksikan siaran televisi lain.

Untuk itu, kata Ishadi, agar bisa mendapatkan lagi hati para pemirsa untuk kembali menyaksikan siaran-siaran TVRI. Lembaga penyiaran ini harus mengedepankan keunggulan kreatifitas dan juga kemasan tampilan.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI, Roy Suryo menyatakan tidak perlu ada kekhawatiran terkait rencana penggabungan kedua lembaga penyiaran publik ini akan mendorong keduanya menjadi lembaga penyiaran berplat merah. Dirinya juga setuju, jika keberadaan lembaga penyiaran publik yang independen dan netral di negara ini sangat mutlak. “Kita harus tetap punya lembaga penyiaran publik yang independen dan netral,” tegasnya.

(ev)

sumber : kpi.go.id

Last Updated on Monday, 22 February 2010 07:09
 
valid xhtml valid css